Category: Berita Polisi

  • Kapolda Sumsel Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla

    Kapolda Sumsel Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

    Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.

    Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.

    “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.

    Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

    Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru.

    “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.

    Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

  • Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

    Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.

    Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.

    “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.

    Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

    Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru.

    “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.

    Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

  • Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

    Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.

    Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.

    “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.

    Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

    Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru.

    “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.

    Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

  • Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

    Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.

    Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.

    “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.

    Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

    Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru.

    “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.

    Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

  • Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Karhutla Ditangani Bersama, Kapolda Sumsel Pastikan Pencegahan Terus Dimaksimalkan

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026).

    Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

    “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda.

    Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla.

    Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan.

    “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya.

    Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait.

    Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru.

    “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang.

    Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

  • Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

    Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

    25 Agustus 2026, 22:25 WIB

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Mempererat Ukhuwah dan Persaudaraan di Momentum Maulid Nabi 1448 H

    Ditpolairud Polda Sulawesi Utara beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H atau 25 Agustus 2026.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah sekaligus menguatkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.

    Mengusung semangat “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Menguatkan Persaudaraan Umat dan Kepedulian Sesama”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan nilai penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

    Keteladanan Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi inspirasi untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Sikap sederhana seperti membantu sesama, menjaga hubungan baik, dan menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata dari semangat tersebut.

    Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat persaudaraan dan kepedulian dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

    Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga momentum ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menginspirasi kita untuk terus menebarkan kebaikan.

  • Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    25 Agustus 2026, 22:25 WIB

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Mempererat Ukhuwah dan Persaudaraan di Momentum Maulid Nabi 1448 H

    Ditpolairud Polda Sulawesi Utara beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H atau 25 Agustus 2026.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah sekaligus menguatkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.

    Mengusung semangat “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Menguatkan Persaudaraan Umat dan Kepedulian Sesama”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan nilai penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

    Keteladanan Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi inspirasi untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Sikap sederhana seperti membantu sesama, menjaga hubungan baik, dan menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata dari semangat tersebut.

    Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat persaudaraan dan kepedulian dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

    Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga momentum ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menginspirasi kita untuk terus menebarkan kebaikan.

  • Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    25 Agustus 2026, 22:25 WIB

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Mempererat Ukhuwah dan Persaudaraan di Momentum Maulid Nabi 1448 H

    Ditpolairud Polda Sulawesi Utara beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H atau 25 Agustus 2026.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah sekaligus menguatkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.

    Mengusung semangat “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Menguatkan Persaudaraan Umat dan Kepedulian Sesama”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan nilai penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

    Keteladanan Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi inspirasi untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Sikap sederhana seperti membantu sesama, menjaga hubungan baik, dan menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata dari semangat tersebut.

    Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat persaudaraan dan kepedulian dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

    Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga momentum ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menginspirasi kita untuk terus menebarkan kebaikan.

  • Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    25 Agustus 2026, 22:25 WIB

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Mempererat Ukhuwah dan Persaudaraan di Momentum Maulid Nabi 1448 H

    Ditpolairud Polda Sulawesi Utara beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H atau 25 Agustus 2026.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah sekaligus menguatkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.

    Mengusung semangat “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Menguatkan Persaudaraan Umat dan Kepedulian Sesama”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan nilai penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

    Keteladanan Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi inspirasi untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Sikap sederhana seperti membantu sesama, menjaga hubungan baik, dan menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata dari semangat tersebut.

    Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat persaudaraan dan kepedulian dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

    Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga momentum ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menginspirasi kita untuk terus menebarkan kebaikan.

  • Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    Ditpolairud Polda Sulut Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi

    25 Agustus 2026, 22:25 WIB

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

    Sumber: dokumentasi istimewa

    Mempererat Ukhuwah dan Persaudaraan di Momentum Maulid Nabi 1448 H

    Ditpolairud Polda Sulawesi Utara beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H atau 25 Agustus 2026.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah sekaligus menguatkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.

    Mengusung semangat “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Menguatkan Persaudaraan Umat dan Kepedulian Sesama”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan nilai penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

    Keteladanan Nabi Muhammad SAW juga dapat menjadi inspirasi untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Sikap sederhana seperti membantu sesama, menjaga hubungan baik, dan menghadirkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk nyata dari semangat tersebut.

    Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat persaudaraan dan kepedulian dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

    Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga momentum ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menginspirasi kita untuk terus menebarkan kebaikan.